AS Kecam Penangkapan Aktivis Oposisi Rusia Alexei Navalny

Amerika Serikat mengecam penangkapan aktivis oposisi Rusia, Alexei Navalny, usai tiba dari Jerman.

Amerika Serikat mengecam penangkapan aktivis oposisi Rusia, Alexei Navalny, pada Senin (18/1).

Navalny ditangkap pihak berwenang Rusia setibanya di Moskow setelah melakukan perawatan dan pemulihan di Jerman usai diduga diracun dengan zat saraf Novichok.

"Amerika Serikat mengutuk keras keputusan Rusia untuk menangkap Alexei Navalny," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melalui sebuah pernyataan.

"Kami memperhatikan dengan sangat prihatin bahwa penahanannya adalah upaya terbaru untuk membungkam Navalny dan tokoh oposisi lainnya terutama suara independen yang kritis terhadap otoritas Rusia," paparnya menambahkan.

Selain AS, Uni Eropa juga melayangkan protes serupa terhadap penangkapan Navalny.

"Navalny bukan lah masalahnya. Kami menuntut pembebasannya segera dan tanpa syarat," kata Pompeo seperti dikutip AFP.

"Para pemimpin politik yang percaya diri tidak takut dengan suara yang bersaing, dan tidak melakukan kekerasan terhadap atau menahan lawan politiknya."

Navalny adalah salah satu tokoh oposisi yang kerap mengkritik Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dia juga sudah berulang kali ditangkap.

Navalny langsung dibawa oleh sejumlah polisi berseragam saat mendarat di Bandara Sheremetyevo, Moskow. Sebelum ditahan, Navalny sempat mencium bibir dan berpamitan dengan sang istri, Yulia.

Navalny dan istrinya mendarat di Bandara Sheremetyevo pada pukul 20.00 waktu setempat. Keduanya tiba setelah lima bulan berada di Jerman.

"Ini adalah hari terbaik dalam lima bulan ini," kata Navalny kepada awak media di bandara setelah mendarat sebelum dia ditangkap.

Seharusnya pesawat maskapai Pobeda yang ditumpangi Navalny mendarat di Bandara Vnukovo. Di sana sudah menunggu sejumlah rekan sesama aktivis dan awak media.

Akan tetapi, pengawas bandara memerintahkan pilot mendarat di Bandara Sheremetyevo tanpa alasan jelas.

Navalny menjadi buronan aparat penegak hukum Rusia dengan alasan melanggar aturan bebas bersyarat dan terlibat sejumlah kasus penggelapan.

Aparat Rusia menuduh Navalny dan Yayasan Anti-Korupsi terlibat sejumlah kasus penggelapan.

Kepolisian Rusia juga menuduh Navalny melanggar aturan bebas bersyarat, karena tidak hadir saat wajib lapor ketika dia tengah berada di Jerman.

Selain itu, Navalny juga dibelit kasus dugaan penyalahgunaan dana Yayasan Anti-Korupsi.

Post a Comment

Tulis Komentar di Bawah ini

Lebih baru Lebih lama